Tuesday, 23 April 2013

Kerana Setitik Air Mata Ibu...

                           
                               Bismillahirrahmanirrahim

Bondaku tersayang.....always deeply in love




1. Setitik air mata ibu jatuh, 10 kebajikan anak hilang, ibu ibu jangan jatuh air mata dan anak jangan bagi ibu jatuh air mata. Biarlah Ibu menangis kerana anak berjaya dan bukan sedih kerana angkara anak.

2. Kalau balik tengah malam, buka lampu tengok dan tatap muka Ibu, sebab wajah orang tidur akan menampakkan segalanya

Ada 3 mata yang tak dijilat api neraka

· Melihat kaabah sehingga menitis air mata.
· Membaca Al-Qur’an sehingga menitis air mata.
· Memandang wajah Ibu yang sedang tidur / sedar hingga
berlinangan air mata

3. Orang yang kita kena tengok dan selalu pandang dalam hidup, tengok masa tidur.

· Anak
· Ibu
· Suami.

1. Adalah menjadi satu dosa jika kita mengguna jari telunjuk untuk menunjukkan sesuatu pada Ibu.

2. Barang siapa yang tidak mendoakan ibu selepas sembahyang buat ibu yang sudah meninggal maka dikira dia anak derhaka walaupun pada waktu ibunya hidup dia tak pernah menderhaka. Maksudnya jika ibu masih hidup atau telah tiada, selepas setiap solat kita mesti mendoakannya.

3. Doa orang yang masih hidup makbul untuk orang yang hidup dan mati.Jadi doakanlah Ibu kita yang telah tiada.

4. Ketika melalui kubur, perlahankan dan beri salam, Mereka akan doakan kita “berkatilah si pulan ini” dan jika tak bagi salam, mereka akan kata “celakahlah orang ini” Jadi, jangan lupa bagi salam.

5. Tanda-tanda siksa Allah atas muka bumi ini antara lain simpan harta sampai mati tak pernah keluarkan.

6. Sesiapa yang bersedekah selalu, takkan miskin orang itu selamanya.

7. Jika mak kita sudah meninggal dan semasa hayatnya kita ada peruntukkan wang untuk dia, bila mak kita dah takde teruskan memberi peruntukkan tu sebagai sedekah. “Ya Allah, aku sedekahkan bagi pihak ibuku, semoga pahala sedekah ni sampai kepada ibuku”. Itu yang yang buat ibu kita bahagia di sana.

8. Kalau kita susah nak bersedekah, bayangkan wajah Ibu kita baru kita ringan tangan nak bersedekah.

9. Allah panjangkan usia Ibu dan bapa supaya dia sakit dan nyanyuk untuk beri syurga pada anak anaknya. Jagalah mereka dengan baik Insyallah, syurga balasanya. Jadi kalau tahu ibu/bapa sakit, berebutlah menjaga ibu/bapa kita. Besar sangat pahalanya.

10.Allah kalau boleh tak nak kita masuk neraka jadi Allah takkan matikan seseorang dalam keadaan kotor dan berdosa jadi dia bagi kita sakit/malu/miskin untuk membersihkan kita sebelum dia mengambil kita.

Anak Lari Dari Rumah

1. Kalau anak lari dari rumah, gantungkan bajunya dihanger dan anginkan dan hadiahkan surah al-ikhlas setiap hari.

2. Masa laungan azan yang pertama, panggilah nama anak kita, insyallah akan sampai panggilan kita kepadanya.

Anak Degil

- semasa dia tidur bercakaplah perlahan – lahan di telinganya nasihatilah dia


Cahaya Matahati

Friday, 8 March 2013

Manfa'at Berjilbab Yang Harus Diketahui..


Bismillahirrahmanirrahim







ALLAH SWT. memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya
untuk kebaikan manusia.
Dan setiap yang benar-benar manfaat
dan diperlukan manusia dalam kehidupannya,
pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya.
Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah.


Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)

“Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi ra. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

“Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

2. Terhindar dari pelecehan

Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

“Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari).

Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3. Memelihara kecemburuan laki-laki

Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah SWT tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.

“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim).

Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.

4. Akan seperti bidadari surga

“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56).

“Mereka laksana permata yakut dan marjan.”(QS.Ar Rahman: 5).

“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.”(QS.Ash Shaffaat: 49).

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari syurga.

5. Mencegah penyakit kanker kulit 

Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.

Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit.

Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV.


Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.

6. Memperlambat gejala penuaan

Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.

Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin D yang berperan penting terhadap kesehatan kulit.

Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin.

Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.

Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Ternyata jilbab tak sekadar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.

Jilbab tak hanya sekadar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna.



Cahaya Matahati

Friday, 22 February 2013

Di sebalik Tabir Kematian (1)....


Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...



Bacaan ayat 8, surah Al-Jumuah:




Antara perkara yang Allah sembunyikan ialah:

Rezeki
Qada’ dan qadar
Waktu kematian
Ahli syurga atau ahli neraka

Kematian boleh menjadi sesuatu yang amat menakutkan atau sesuatu yang menggembirakan. Orang yang bersedia akan gembira untuk bertemu kekasihnya iaitu Allah SWT. Orang begini ialah orang yang sentiasa bersedia untuk kehidupan selepas kematiannya.

Ada 5 alam dalam kehidupan kita:

Alam rahim
Alam dunia
Alam barzakh
Alam masyhar
Alam syurga atau neraka

Setiap alam mempunyai batasannya tersendiri. Proses kelahiran membawa kita daripada alam rahim kepada alam dunia. Perpindahan ke alam barzakh pula berlaku melalui kematian. Seterusnya, kita dipindahkan ke alam Masyar melalui proses kebangkitan. Setelah itu, proses Hisab akan menentuka kita ke syurga atau neraka.

Jadi, apa persiapan kita untuk menghadapi alam-alam ini? Sebenarnya, kita cuma perlu bertanggungjawab dalam alam dunia sahaja. Sy. Ali berkata, “Dunia ialah alam beramal, di alam barzakh, tiada lagi amalan”. Oleh itu, kita perlu membuat persiapan. Sekiranya ingin balik kampung atau pergi umrah/haji pun kita merancang dan membuat persiapan, inikan pula untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Dalam alam rahim, kita rasa sudah cukup luas, tetapi bila kita lahir ke dunia, kita akan rasa yang dunia itu lebih luas. Apabila mati, alam barzakh itu lebih luas dan alam syurga Allah itu lebih luas dari alam-alam yang lain.

Apabila ingat mati, serta-merta kita rasa hilang selera makan, hilang keinginan untuk bersuka-suka dengan hal dunia. Bahkan, apabila melihat kereta jenazah sekalipun, kita sudah berasa seram sejuk.

Bila mati, yang kita bawa cuma 3:

Doa anak yang soleh – Oleh itu adalah menjadi kerugian yang besar jika tidak dapat mendidik anak menjadi anak yang soleh.
Sedekah jariah
Ilmu bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain


Ustaz Ahmad Dusuki Abdul Rani
Tanyalah Ustaz 11.02.2013



Cahaya Matahati


Sunday, 27 January 2013

MINDA : 5 PERINGATAN RASULULLAH S.A.W..


Bismillahirrahmaanirrahim..

Assalamu'alaikum wbt... pesanan untuk saya juga..

Umat Islam perlu sentiasa mengingati pesanan Nabi Muhammad s.a.w agar berwaspada dengan tipu daya nikmat dunia. Atas sebab itu, lima pesanan Rasulullah perlu diingati demi menjaga diri, keluarga dan masyarakat agar tidak tergelincir daripada landasan Islam yang diredai Allah s.w.t.

Rasulullah pernah berpesan kepada umatnya berhubung perkara berikut:

1. Kerap menyebut Allah daripada menyebut makhluk. 

Sudah menjadi kebiasaan bagi kita menyebut atau memuji-muji orang yang berbuat baik kepada kita hingga kadang-kadang kita terlupa hakikat bahawa terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Lantaran itu, kita terlupa memuji dan menyebut nama Allah.

Makhluk yang berbuat baik kita puji melangit, tetapi nikmat yang terlalu banyak Allah berikan langsung tidak ingat. Sebaik-baiknya lidah kita memuji Allah saban waktu, bukan ucapan alhamdulillah hanya selepas kekenyangan. Pujian begini hanya di lidah tidak menyerap ke lubuk hati. Kita hendaklah sentiasa membasahi lidah dengan zikrullah. Ini kerana dengan zikrullah manusia sentiasa ingat nikmat yang Allah limpahkan. Kata Imam Ibnu Qayyim, “Sesungguhnya zikir adalah makanan asas bagi hati dan roh, apabila hamba Allah gersang daripada siraman zikir, jadilah ia bagaikan tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan asasnya.”


2. Kerap menyebut akhirat daripada menyebut urusan dunia. 

Dunia terlalu sedikit dibandingkan akhirat. Seribu tahun di dunia setimpal dengan ukuran masa sehari di akhirat. Betapa kecilnya nisbah umur di dunia ini berbanding akhirat. Nikmat dunia juga 1/100 daripada nikmat akhirat. Begitu juga seksa dan kepayahan hidup di dunia hanya 1/100 daripada akhirat. Hanya orang yang pendek fikiran sibuk memikirkan wawasan dunia hingga terlupa wawasan akhirat.

Oleh itu, perbanyakkan menyebut perkara akhirat supaya timbul keghairahan menanam dan melabur saham akhirat. Dengan menyebut dan ingat kehidupan akhirat akan menyemarakkan semangat untuk berbuat amal ibadat dan amal kebajikan yang bakal dijadikan bekalan. Dengan itu akan menyebabkan seseorang berakhlak mulia menurut tuntutan agama sekali gus bersikap optimis terhadap nikmat dunia untuk mengejar nikmat akhirat.

Kata Imam al-Qurtubi, “Tuntutlah kurniaan Allah di dunia dan akhirat. Tuntutlah kurniaan Allah daripada dunia untuk akhirat, iaitu syurga.”


3. Kerap menyebut dan mengingati hal kematian daripada hal kehidupan. 

Kita sering memikirkan bekalan hidup ketika tua dan bersara, tetapi jarang memikirkan bekalan hidup selepas mati. Memikirkan mati adalah sunat kerana ia menginsafi diri dan kekurangan amalan yang perlu dibawa ke sana. Perjalanan jauh ke akhirat sudah tentu memerlukan bekalan sangat banyak. Bekalan itu hendaklah dikumpulkan ketika hidup di dunia. Dunia ibarat kebun akhirat. Kalau tidak mengusahakan kebun dunia masakan dapat mengutip hasilnya di akhirat.

Dalam hubungan ini eloklah sikap Saidina Ali dicontohi. Meskipun sudah dijamin syurga, Saidina Ali masih mengeluh mengenai kekurangan amalan bakal dibawa ke akhirat yang jauh perjalanannya. Betapa pula dengan diri kita yang kerdil dan bergelumang dosa?


4. Jangan selalu menyebut kebaikan diri dan keluarga. 

Syaitan sentiasa hendak memerangkap kita dengan menyuruh atau membisikkan supaya sentiasa mengingati atau menyebut kebaikan yang kita lakukan, sama ada kepada diri sendiri, keluarga atau masyarakat. Satu kebaikan yang kita buat, kita sebut selalu macam ayam ‘bertelur sebiji riuh sekampung’.

Kita terlupa dengan menyebut dan mengingati kebaikan sendiri ia menimbulkan penyakit hati iaitu ujub. Penyakit ujub ibarat api dalam sekam yang boleh merosakkan pahala kebajikan. Lebih dahsyat, jika menimbulkan riak atau bangga diri, Allah memberi amaran tidak akan mencium bau syurga. Riak adalah satu unsur daripada syirik (khafi).

Oleh itu eloklah kita berhati-hati supaya menghindarkan diri daripada mengingati kebaikan diri kepada orang lain. Kita perlu sedar perbuatan baik yang ada pada diri kita sebenarnya daripada Allah. Allah yang menyuruh kita berbuat baik. Jadi kita patut bersyukur kerana Allah menjadikan kita orang baik, bukan mendabik dada mengatakan kita orang baik. Kita terlupa Allah yang mengurniakan kebaikan.

Berkenaan riak, Rasulullah berpesan, “Yang amat kutakuti atas kamu ialah syirik yang paling kecil iaitu riak.”

Riak adalah amal yang dikerjakan untuk dipamerkan kepada orang dan meninggalkan amal kerana orang.


5. Jangan selalu sebut keaiban atau keburukan orang lain. 

Kegelapan hati ditokok dengan rangsangan syaitan selalu menyebabkan diri kita menyebut kesalahan dan kekurangan orang lain. Kita gemar melihat keaiban orang sehingga terlupa keaiban dan kekurangan diri sendiri. Bak kata pepatah, ‘kuman seberang laut nampak, tetapi gajah depan mata tak nampak’.

Islam menuntut kita melihat kekurangan diri supaya dapat memperbaiki kekurangannya. Menuding jari mengatakan orang lain tidak betul sebenarnya memberi isyarat diri kita tidak betul. Ibarat menunjuk jari telunjuk kepada orang, satu jari ke orang itu, tetapi empat jari lagi menuding diri kita. Bermakna bukan orang itu yang buruk, tetapi diri kita lebih buruk daripadanya.

Sebab itu, biasakan melihat keburukan diri sendiri bukan keburukan orang lain. Jangan menjaga tepi kain orang sedangkan tepi kain sendiri koyak-rabak. Dalam Islam digariskan sikap positif yang perlu dihayati dalam hubungan sesama manusia iaitu lihatlah satu kebaikan pada diri seseorang, meskipun ada banyak kejahatan yang ada pada dirinya. Apabila melihat diri kita pula, lihat kejahatan yang ada walaupun kita pernah berbuat kebaikan.

Hanya dengan cara ini kita terselamat daripada bisikan syaitan yang memang sentiasa mengatur perangkap untuk menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Islam menganjurkan umatnya bersangka baik dan berbuat baik sepanjang masa. Sabda Rasulullah, “Cukuplah bagi seseorang keburukan jika ia menghina saudaranya sesama muslim.”

Demikianlah lima pesanan Rasulullah supaya umat Islam sentiasa dalam ruang lingkup kehidupan yang diberkati Allah dengan mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Marilah pada setiap masa mengingati pesan Nabi kita dan jadikan ia suluh pedoman dalam melayari kehidupan di dunia yang fana ini.

Sesungguhnya, peringatan Rasulullah sentiasa sesuai sepanjang masa untuk umat manusia. Hanya kita yang lalai kepada pesanan berharga itu.

Kita hanya menyesal apabila kita ditimpa kesusahan atau sakit. Ketika itulah baru hendak mengenali Allah dan ingat Rasulullah. Sebagai mukmin, marilah kita berpegang teguh kepada pesanan Rasulullah s.a.w.


Wallahu'alam bissawab.


DARI SUMBER




Cahaya Matahati


Thursday, 24 January 2013

Tema Sambutan Maulidur Rasul 1434 / 2013..


Bismillahirrahmanirrahim...
Salam Maulidur Rasul 2013M/1434M



Asal usul sambutan Maulidur Rasul - sumber klik di sini -

Maulidur Rasul tidak pernah disambut oleh Rasulullah SAW walaupun sekali. Begitu juga para sahabat, tidak pernah menyambut hari kelahiran Rasulullah sewaktu hayat Baginda.

Malah sahabat-sahabat sendiri pada zaman itu tidak pernah menyambut hari kelahiran mereka. Hal ini kerana sambutan itu belum menjadi budaya mereka pada waktu itu.

Pada zaman awal Islam belum ada keperluan untuk mereka menyambut hari kelahiran kerana mereka tidak mahu memikirkan usia mereka. Mereka juga tiada keperluan untuk menyambut hari kelahiran Rasulullah kerana setiap hari mereka boleh bertemu Rasulullah terutama apabila berasa rindu. Mereka ini meskipun tiada berkesempatan untuk bertemu Rasulullah, sekurang-kurangnya selawat akan meniti pada bibir mereka.

Tetapi pada zaman tabi’in, umat Islam sudah berselerakan ke seluruh dunia dan dalam keadaan itu mereka semakin jauh dengan Makkah dan Madinah. Tidak dinafikan, sebahagian mereka lupa untuk mengamalkan Islam lantaran semakin jauh daripada roh ajaran dan perjuangan Rasulullah. Mujurlah ulama masih ada lalu mengambil inisiatif untuk membimbing orang ramai ke jalan benar.

Di celah-celah itu lahirlah sebuah karya yang diberi nama al-Barzanji nukilan Syeikh Jaafar al-Barzanji. Di dalamnya mengandungi kisah Rasulullah SAW semasa kelahiran sehingga wafatnya.

Kemudian kisah itu dibacakan kepada orang ramai yang dipersembahkan dengan cara yang menarik bagi membangkitkan rasa kecintaan kepada Rasulullah SAW dan perjuangannya.

Namun untuk membangkitkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW dalam jumlah yang lebih ramai maka diadakan majlis itu pada hari kelahiran Rasulullah SAW. Di sinilah bermulanya sambutan Maulidur Rasul dalam sejarah Islam.

Hari itu dipilih bukan semata-mata untuk sambutan hari lahir tetapi satu taktik untuk mengumpul orang bagi memperdengarkan kisah Rasulullah SAW yang semakin dilupakan. Semoga umat boleh kembali kepada ajaran Rasulullah seperti zaman sahabat dahulu.

Berdasarkan sejarah itu, maka sambutan Maulidur Rasul yang dilaksanakan pada hari ini seharusnya bukan semata-mata untuk meraikan hari kelahiran Rasul. Itu bukanlah matlamat asal sambutan tetapi lebih kepada usaha mengingatkan kembali umat Islam kepada Rasulullah SAW dan perjuangannya.

Oleh sebab itu, acara yang boleh dihidangkan pada hari itu boleh dipelbagaikan asalkan menjurus kea rah menyedarkan umat Islam kea rah mengingati Rasulullah dan perjuangannya. Kalau dahulunya dibacakan barzanji tentu tidak salah pada hari ini disampaikan ceramah di samping pembacaan sejarah Rasulullah, bernazam, bernasyid, membaca al-Quran dan banyak lagi.

Yang penting semua itu boleh menyedarkan umat Islam kepada mengingati perjuangan Rasulullah. Dengan acara tersebut tidak timbul isu bidaah seperti yang selalu kita dengar dakwaannya pada hari ini kerana semua aktiviti itu pernah berlaku pada zaman Rasulullah SAW dan baginda tidak pula melarangnya.

Pada hari ini kita tambahkan lagi aktiviti dengan perarakan sepanduk sambil berselawat dan niatnya juga untuk membangkitkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Amalan berarak ini pernah dilakukan para sahabat ketika menyambut ketibaan Rasulullah SAW di Madinah dari Makkah. Ternyata perbuatan sahabat itu tidak dilarang oleh Baginda.

Sempena sambutan itu juga, ditambahkan acara memberi anugerah dan penghargaan kepada orang tertentu. Amalan ini juga dilihat baik dan boleh membawa kepada rasa minat seseorang untuk mencontohi Rasulullah.

Sambutan ini perlu dibezakan dengan sambutan Barat terhadap sambutan hari lahir diri sendiri, sambutan acara potong kek, menyanyi dan menari dan sebagainya dan juga tidak sama dengan sambutan hari lahir bagi orang yang hidup dengan mati.

Sambutan hari lahir orang yang masih hidup sepatutnya untuk mahabbah diri, amalan yang telah dilakukan dan menginsafi diri beberapa hari lagi yang berbaki untuk hidup.

Manakala sambutan hari kelahiran untuk orang yang sudah meninggal dunia adalah untuk mengambil iktibar dan teladan yang baik sebagai motivasi hidup.

Jadi, amalan kita pada hari ini menyambut Maulidur Rasul diharap diterima oleh Allah SWT sebagai ibadah. InsyaAllah. - Ustaz Hj Ahmad Baei Jaafar.



Cahaya Matahati


Saturday, 12 January 2013

Kisah Saidina Umar ra. yang paling menyayat hati..

KETEGASAN MELAKSANAKAN HUKUM ALLAH

Khalifah Sayyidina Umar ibnu Khattab terkenal dengan ketegasannya dalam menjalankan hukum-hukum Allah. Dengan sebab ketegasannya itulah, orang merasa segan dan hormat kepadanya. Sayyidina Umar mempunyai beberapa orang anak laki-laki, di antaranya ialah Abdul Rahman bin Umar. Ia juga terkenal dengan panggilan Abu Syahamah. 

Suatu hari Abu Syahamah diuji oleh Allah dengan satu penyakit yang dideritainya selama kira-kira setahun. Berkat kesabaran dan usahanya akhirnya penyakit tersebut dapat disembuhkan. Sebagai mensyukuri dan tanda gembira terlepas dari ujian Allah ini, Abu Syahamah yang sudah lama tidak keluar rumah itu menghadiri majlis jamuan besar-besaran di sebuah rumah perkampungan Yahudi atas jemputan kawan-kawannya yang juga terdiri daripada kaum Yahudi. Abu Syahamah dan kawan-kawannya berpesta sehingga lupa kepada larangan Allah dengan meminum arak sehingga mabuk.

Dalam keadaan mabuk itu, Abu Syahamah pulang melintasi pagar kaum Bani Najjar. Dia ternampak seorang perempuan Bani Najjar sedang berbaring, lalu mendekatinya dengan maksud untuk memperkosa. Apabila perempuan itu mengetahuinya dia berusaha untuk melarikan diri sehingga berjaya mencakar muka dan mengoyakkan baju Abu Syahamah. Malangnya dia tidak berdaya dan berupaya menahan Abu Syahamah yang sudah dikuasai oleh syaitan. Akhirnya terjadilah perkosaan.

Akibat perkosaan tersebut perempuan itu hamil. Setelah sampai masanya anak yang dikandung oleh perempuan itu pun lahir, lalu dibawa ke Masjid Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam untuk mengadap Amirul Mukminin bagi mengadukan hal kejadian yang menimpa dirinya. Kebetulan yang menjawat jawatan khalifah pada waktu itu ialah Sayyidina Umar ibnu Khattab.

"Wahai Amirul Mukminin, ambillah anak ini kerana engkaulah yang lebih bertanggungjawab untuk memeliharanya daripada aku."

Mendengar kenyataan tersebut, Sayyidina Umar merasa terkejut dan hairan. Perempuan itu berkata lagi: "Anak damit ini adalah keturunan darah daging anak tuan yang bernama Abu Syahamah." Sayyidina Umar bertanya: "Dengan jalan halal atau haram?"

Perempuan itu dengan berani menjawab: "Ya Amirul Mukminin, Demi Allah yang nyawaku di tanganNya, daripada pihak aku anak ini halal dan daripada pihak Abu Syahamah, anak ini haram."

Sayyidina Umar semakin kebingungan dan tidak faham maksud perempuan Bani Najjar ini lalu menyuruh perempuan ini berterus terang.

Perempuan itu pun menceritakan kepada Sayyidina Umar peristiwa yang menimpa dirinya sehingga melahirkan anak itu. Sayyidina Umar mendengar pengakuan perempuan itu sehingga menitiskan air mata. Kemudian Sayyidina Umar menegaskan: "Wahai perempuan jariyah (jariyah adalah panggilan budak perempuan bagi orang Arab), ceritakanlah perkara yang sebenarnya supaya aku dapat menghukum perkara kamu ini dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya."

Perempuan itu menjawab: "Ya Amirul Mukminin, penjelasan apa yang tuan kehendaki daripadaku? Demi Allah!, Sesungguhnya aku tidak berdusta dan aku sanggup bersumpah di hadapan mushaf al-Qur'an."

Lalu Sayyidina Umar mengambil mushaf al-Qur'an dan perempuan itu pun bersumpah bermula dari surah al-Baqarah hingga surah Yassiin. Kemudian bertegas lagi: "Ya Amirul Mukminin, sesungguhnya anak ini adalah dari darah daging anakmu Abu Syahamah." Kemudian Sayyidina Umar berkata: "Wahai jariyah! Demi Allah engkau telah berkata benar." Kemudian beliau berpaling kepada para sahabat, katanya "Wahai sekalian sahabat Rasulullah, aku berharap kamu semua tetap di sini sehingga aku kembali."

Tak lama kemudian Sayyidina Umar datang lagi sambil membawa wang dan kain untuk diberikan kepada perempuan malang itu: "Wahai jariyah, ambillah wang sebanyak tiga puluh dinar dan sepuluh helai kain ini dan halalkanlah perbuatan anakku terhadapmu di dunia ini dan jika masih ada lagi bakinya, maka ambillah sewaktu berhadapan dengan Allah nanti." Perempuan itu pun mengambil wang dan kain yang diberikan oleh Sayyidina Umar lalu pulang ke rumah bersama-sama dengan anaknya.

Setelah perempuan itu pulang Sayyidina Umar berkata kepada sahabat-sahabatnya: "Wahai sekalian sahabat Rasulullah, tetaplah kamu di sini sehingga aku kembali."

Sayyidina Umar terus pergi menemui anaknya Abu Syahamah yang ketika itu sedang menghadapi hidangan makanan. Setelah mengucap salam dia pun berkata: "Wahai anakku, hampirilah padaku dan marilah kita makan sama-sama. Tidakku sangka inilah hari terakhir bekalanmu untuk kehidupan dunia."

Mendengar perkataan ayahnya itu, Abu Syahamah terkejut seraya berkata, "Wahai ayahku, siapakah yang memberitahu bahawa inilah hari terakhir bekalanku untuk kehidupan dunia? Bukankah wahyu itu telah putus setelah wafatnya Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam."

Kata Sayyidina Umar: "Wahai anakku, berkata benarlah sesungguhnya Allah Maha Melihat dan Dia tidak dapat dilihat dengan pandangan mata dan Dialah Maha Luas Penglihatannya." Sambung Sayyidina Umar lagi: "Masih ingatkah engkau, hari semasa engkau pergi ke satu majlis di perkampungan Yahudi dan mereka telah memberikan kamu minum arak sehingga kamu mabuk? Kemudian dalam keadaan mabuk kamu pulang melintasi perkampungan Bani Najjar di mana engkau bertemu dengan seorang perempuan lalu memperkosanya? Berkata benarlah anakku, kalau tidak engkau akan binasa."

Abu Syahamah mendengar kenyataan ayahnya itu dengan perasaan malu sambil diam membisu. Dengan perlahan beliau membuat pengakuan: "Memang benar aku lakukan hal itu, tapi aku telah menyesal di atas perbuatanku itu."

Sayyidina Umar menegaskan: "Tiada guna bagimu menyesal setelah berbuat suatu kerugian. Sesungguhnya engkau adalah anak Amirul Mukminin tiada seorang pun yang berkuasa mengambil tindakan ke atas dirimu, tetapi engkau telah memalukan aku di hadapan sahabat Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam."

Kemudian Sayyidina Umar memegang tangan Abu Syahamah lalu membawa ke tempat para sahabat yang sudah sekian lama menunggu.

"Mengapa ayahanda melakukan ini?" Tanya Abu Syahamah.

"Kerana aku mahu tunaikan hak Allah semasa di dunia supaya aku dapat lepas daripada dituntut di akhirat kelak," jawab Sayyidina Umar dengan tegas.

Abu Syahamah dengan cemas merayu: "Wahai ayahandaku, aku mohon dengan nama Allah, tunaikanlah hak Allah itu di tempat ini, jangan malukan aku di hadapan sahabat Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam." 

Jawab Sayyidina Umar: "Engkau telah membuat malu dirimu sendiri dan engkau telah menjatuhkan nama baik ayahmu."

Apabila sampai di hadapan para sahabat mereka pun bertanya: "Siapakah di belakangmu wahai Amirul Mukminin?" Jawab Sayyidina Umar: "Wahai sahabatku, sesungguhnya di belakang aku ini adalah anakku sendiri dan dia telah mengaku segala perbuatannya, benarlah perempuan yang menyampaikan khabar tadi." 

Kemudian Sayyidina Umar memerintah budaknya (hambanya): "Wahai Muflih, pukullah anakku Abu Syahamah, rotanlah dia sehingga dia merasa sakit, jangan kasihani dia, setelah itu kamu aku merdekakan kerana Allah."

Muflih agak keberatan untuk melakukannya kerana khuatir tindakannya itu akan memberi mudharat kepada Abu Syahamah, tetapi terpaksa mengalah apabila diperintah oleh Sayyidina Umar. Tatkala dia memukul Abu Syahamah sebanyak sepuluh kali, kedengaranlah Abu Syahamah dalam kesakitan: "Wahai ayahandaku, rasanya seperti api yang menyala pada jasadku." 

Jawab Sayyidina Umar: "Wahai anakku, jasad ayahmu ini terasa lebih panas dari jasadmu."

Kemudian Sayyidina Umar memerintah Muflih memukul sebanyak sepuluh rotan lagi. Berkata Abu Syahamah: "Wahai ayahandaku, tinggalkanlah aku supaya aku dapat mengambil sedikit kesenangan." 

Jawab sayyidina Umar: "Seandainya ahli neraka dapat menuntut kesenangan, maka aku pasti akan berikan kepadamu kesenangan."

Setelah itu Sayyidina Umar menyuruh Muflih memukul Abu Syahamah sebanyak sepuluh rotan lagi. Abu Syahamah merayu: "Wahai ayahandaku aku mohon kepadamu dengan nama Allah, tinggalkanlah aku supaya aku dapat bertaubat." 

Jawab Sayyidina Umar dengan pilu: "Wahai anakandaku, apabila selesai aku menjalankan hak Allah, jika engkau hendak bertaubat pun maka bertaubatlah dan jika engkau hendak melakukan dosa itu lagi pun maka lakukanlah dan engkau akan dipukul seumpama ini lagi."

Selanjutnya Sayyidina Umar menyuruh Muflih memukul Abu Syahamah sebanyak sepuluh kali sebatan lagi. 

Abu Syahamah terus merayu: "Wahai ayahandaku, dengan nama Allah aku mohon kepadamu berilah aku minum seteguk air."

Sayyidina Umar menjawab dengan tegas: "Wahai anakandaku, seandainya ahli neraka dapat meminta air untuk diminum, maka aku akan berikan padamu air minum." 

Perintah Sayyidina Umar diteruskan dengan meminta Muflih memukul lagi sebanyak sepuluh rotan. Abu Syahamah mohon dia dikasihani: "Wahai ayahandaku, dengan nama Allah aku mohon kepadamu kasihanilah aku."

Sayyidina Umar dengan sayu menjawab: "Wahai anakandaku, kalau aku kasihankan kamu di dunia, maka engkau tidak akan dikasihani di akhirat." 

Sayyidina Umar selanjutnya memerintahkan Muflih memukul lagi sebanyak sepuluh kali sebatan. Abu Syahamah dengan nada yang lemah berkata: "Wahai ayahandaku, tak kasihankah ayahanda melihat keadaan aku begini sebelum aku mati?"

Sayyidina Umar menjawab: "Wahai anakandaku, aku akan hairan kepadamu sekiranya engkau masih hidup dan jika engkau mati kita akan berjumpa di akhirat nanti." 

Sayyidina Umar terus memerintahkan Muflih memukul lagi sebanyak sepuluh rotan. Dalam keadan semakin lemah Abu Syahamah berkata; "Wahai ayahandaku, rasanya seperti sudah sampai ajalku....."

Sayyidina Umar dengan perasaan sedih berkata: "Wahai anakandaku, jika engkau bertemu Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam, sampaikan salamku kepadanya, katakan bahawa ayahandamu memukul dirimu sehingga kau mati." 

Di saat yang semakin hiba ini Sayyidina Umar terus menyuruh Abu Muflih memukul lagi sebanyak sepuluh kali rotan. Setelah itu Abu Syahamah dengan kudrat yang semakin lemah berusaha memohon simpati kepada para hadirin: "Wahai sekalian sahabat Rasulullah, mengapa kamu tidak meminta pada ayahandaku supaya memaafkan aku saja?"

Kemudian salah seorang sahabat pun menghampiri Sayyidina Umar dan berkata: "Wahai Amirul Mukminin, hentikanlah pukulan ke atas anakmu itu dan kasihanilah dia." 

Sayyidina Umar dengan tegas berkata: "Wahai sekalian sahabat Rasulullah, apakah kamu tidak membaca ayat Allah dalam surah an-Nuur ayat 2 yang tafsirnya: "Jangan kamu dipengaruhi kasihan belas pada keduanya dalam menjalankan hukum Allah." Mendengar penjelasan Sayyidina Umar itu, sahabat Rasulullah pun diam tidak membantah, sementara itu Sayyidina Umar terus memerintah Muflih memukul sepuluh sebatan lagi. Akhirnya Abu Syahamah mengangkat kepala dan mengucapkan salam dengan suara yang sangat kuat sebagai salam perpisahan yang tidak akan berjumpa lagi sehingga hari kiamat.

Kemudian berkata Sayyidina Umar: "Wahai Muflih, pukullah lagi sebagai menunaikan hak Allah." Muflih pun meneruskan pukulan untuk ke seratus kalinya. 

"Wahai Muflih, cukuplah pukulanmu itu," perintah Sayyidina Umar apabila melihat anaknya tidak bergerak lagi. Setelah itu Sayyidina Umar mengisytiharkan: "Wahai sekalian umat Islam, bahawasanya anakku Abu Syahamah telah pergi menemui Allah." Mendengar pengumuman itu ramailah umat Islam datang ke masjid sehingga masjid menjadi sesak. Ada di antara mereka sedih dan terharu, malah ramai yang menangis melihat peristiwa tersebut.

Menurut sumber lain, daripada Kitab Sirah Umar bin al-Khattab al-Khalifatul Rasyid umumnya masyarakat berpendapat kematian Abu Syahamah adalah disebabkan oleh pukulan rotan ayahnya sendiri Sayyidina Umar Radhiallah 'Anhu. Setelah selesai jenazah Abu Syahamah dikebumikan, pada malamnya Ibnu Abbas Radhiallahu 'Anhuma bermimpi bertemu dengan Rasulullah Sallalllahu 'Alaihi Wasallam yang wajah baginda seperti bulan purnama, berpakaian putih manakala Abu Syahamah duduk di hadapan baginda dengan berpakaian hijau. Setelah itu Rasululah Sallallahu 'Alaihi Wasallam berkata: "Wahai anak bapa saudaraku, sampaikan salamku pada Umar dan beritahu kerpadanya bahawa Allah telah membalas setiap kebajikannya kerana tidak mencuai-cuaikan hak Allah dan suatu kebahagiaan baginya sebab Allah telah menyediakan baginya beberapa mahligai dan beberapa bilik di dalam Jannatun Na'im. Bahawa sesungguhnya Abu Syahamah telah sampai pada tingkatan orang-orang yang benar di sisi Allah Yang Maha Kuasa.

Via Sumber


Cahaya Matahati

Wanita Solehah Belahan Jiwa..


Bismillahirrahmanirrahim...


Wanita Terbaik Adalah Wanita Yang Tidak Dipandang Dan Tidak Memandang..."(Saidatina Aisyah)

Mengikut mata lelaki, mereka akan melihat perempuan mengikut urutan dari atas ke bawah...

Urutan2 itu seperti berikut :-
1. Rambut
2. Dada
3. Pinggang
4. Punggung
5. Peha
6. Betis


Bayangkanlah jika semuanya tertutup oleh pandangan mereka... Akhirnya yang terakhir sekali lelaki hanya akan dapat lihat adalah muka wanita itu dan telapak tangan sepertimana yang disyariatkan dalam Islam, bukan?.... Indahnya Jika Menutup AURAT...


Cahaya Matahati